HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:2B7D0DB6

Perbanyakan Vegetatif Tanaman Alpukat (Persea Americana Mill)

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Kondisi tanah yang kaya akan hara akibat banyaknya gunung vulkanik serta suhu dan iklim yang bervariasi, mendukung berbagai jenis tanaman termasuk buah-buahan dapat tumbuh subur di Indonesia. Hal ini membuat Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya akan sumber daya tanaman buahbuahan. Selain itu, Indonesia juga memiliki potensi sumber daya lahan yang sangat luas baik di dataran rendah maupun dataran tinggi. Potensi pendukung tersebut menjadikan Indonesia masih berpeluang besar mengembangkan berbagai jenis tanaman buah-buahan. Salah satu jenis tanaman buah-buahan yang dapat dikembangkan secara komersial adalah alpukat.

Keberadaan tanaman alpukat telah cukup lama di Indonesia, sekitar dua abad yang lalu. Pengembangan tanaman alpukat di tanah air tampaknya belum merata. Buah alpukat merupakan buah yang memiliki nilai nutrisi, kandungan lemak, dan energi buah yang tinggi. Buah alpukat bukan hanya sekedar sumber vitamin dan mineral, tetapi dapat pula dijadikan bahan pangan dan penyedia energi. Namun masyarakat kita, khususnya masyarakat kota, hanya sekedar menkonsumsi buah alpukat dalam bentuk sari juice buahnya bersama sirop dan penyedap lain. Pola konsumsi hanya minum buah alpukat seyogianya dapat diubah menjadi pola konsumsi makan buah alpukat, khususnya bagi masyarakat di daerah wilayah dataran tinggi dan desa terpencil.

Dalam perdagangan dunia, buah alpukat merupakan komoditas buah yang penting; volume perdagangannya menempati urutan kelima susudah jeruk, pisang, nenas, dan mangga. Pengembangan tanaman alpukat di tanah air pada era agribisnis saat ini kiranya akan dapat memberikan manfaat dan meningkatkan berbagai aspek kehidupan masyarakat dan ekonomi, khususnya dalam usaha perbaikan kesehatan gizi, serta sosial ekonomi dan lingkungan hidup. Tanaman alpukat merupakan tanaman buah berupa pohon dengan nama alpuket (Jawa Barat), alpokat (Jawa Timur/Jawa Tengah), boah pokat, jamboo pokat (Batak), advokat, jamboo mentega, jamboo pooan, pookat (Lampung) dan lain-lain. Tanaman alpukat bukan tanaman asli Indonesia, tanaman alpukat berasal dari dataran rendah/tinggi Amerika Tengah dan diperkirakan masuk ke Indonesia pada abad ke-18. Secara resmi antara tahun 1920-1930 Indonesia telah mengintroduksi 20 varietas alpukat dari Amerika Tengah dan Amerika Serikat untuk memperoleh varietas-varietas unggul guna meningkatkan kesehatan dan gizi masyarakat, khususnya di daerah dataran tinggi.

UPTD BPPTPH Ngipiksari Sleman Yogyakarta adalah salah satu perusahaan yang menjual aneka bibit tanaman buah varietas unggul termasuk tanaman alpukat. BPPTPH usaha skala besar namun untuk luas lahan khusus budidaya tanaman alpukat tidak begitu luas, sehingga jika tergantung pada hasil buahnya saja tidak akan menguntungkan. Oleh karena itu BPPTPH lebih menekankan produknya dalam bentuk bibit. Dengan melakukan perbanyakan tanaman alpukat secara vegetatife yang meliputi sambung pucuk, okulasi dan cangkok. Perbanyakan tanaman alpukat dibutuhkan kecermatan tersendiri agar tanaman dapat tumbuh dan berkembang dengan baik atau sesuai dengan harapan. Dengan demikian, penulis memilih melakukan kegiatan magang di UPTD BPPTPH Ngipiksari Sleman Yogyakarta dengan harapan agar dapat mengetahui, mengerti, memahami dan mengaplikasikan kultur teknik tanaman alpukat dengan terampil agar nantinya dapat menjadi bekal di kemudian hari.

Untuk mendapatkan daftar lengkap contoh skripsi pertanian lengkap / tesis pertanian lengkap, dalam format PDF, Ms Word, dan Hardcopy, silahkan memilih salah satu link yang tersedia berikut :

Contoh Tesis

Contoh Skripsi

 

Tags: , , , , ,
Leave a Reply

Current ye@r *

Alamat :

Jl Veteran Gang Satria UH II / 1060 Muja-Muju Kecamatan Umbulharjo Yogyakarta (Belakang Pegadaian Syariah Jln Veteran)

HP AS : 0852.2588.7747 

Stat