HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp), 0857.0.1111.632(IM3), email:IDTesis@gmail.com BBM:2B7D0DB6

Pengaruh Komitmen Organisasi Pada Kinerja Karyawan Dengan Etika Kerja Islami Sebagai Variabel Moderator

ABSTRAK

Tujuan dari penelitian ini adalah: untuk meneliti tentang pengaruh komitmen organisasi terhadap kinerja karyawan, yang dimoderasi oleh etika kerja islami. Sehubungan dengan tujuan penelitian ini, diajukan hipotesis: 1). Komitmen organisasi mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. 2). Etika kerja islami mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. 3). Etika kerja islami mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap komitmen organisasi. 4). Etika kerja islami memoderasi pengaruh komitmen organisasi terhadap kinerja karyawan.

Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan CV. Arafah Group, Sukoharjo sebanyak 60 karyawan. Metode penarikan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode sensus, dimana seluruh populasi dijadikan responden Pengujian hipotesis dilakukan dengan analisis regresi linier berganda moderated regresion analysis (MRA) dan analysis of variance (ANOVA). dengan menggunakan program SPSS 16.0 for Windows. Kriteria pengujian hipotesis menggunakan toleransi kesalahan (a) sebesar 0,05.

Dari hasil analisis data dan pengujian hipotesis ditemukan bahwa hipotesis 1 yang menyatakan komitmen organisasi mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan.didukung dalam penelitian ini. Hipotesis 2 yang menyatakan etika kerja islami mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan.didukung dalam penelian ini. Hipotesis 3 yang menyatakan etika kerja islami mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap komitmen organisasi .tidak didukung dalam penelitian ini (Signifikan = 0,478). Dari hasil uji interaksi atau Moderated Regression Analysis (MRA) menggunakan program SPSS 16.0 for Windows juga terbukti bahwa etika kerja islami memoderasi pengaruh komitmen organisasi terhadap kinerja karyawan. Ditunjukkan dengan adanya perubahan F hitung dari 5,155 menjadi 5,631.

Berdasarkan dari hasil penelitian tersebut, maka saran yang dapat diberikan adalah agar CV. Arafah Group mulai menata dan menerapkan program pengembangan karyawan, pelatihan, perencanaan karir serta menyempurnakan desain pekerjaan. Untuk penelitian kedepannya hendaknya responden yang diteliti supaya lebih luas agar dapat mencerminkan keadaan yang sebenarnya.

Kata kunci : komitmen organisasi, etika kerja Islami, dan kinerja karyawan.

BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Era globalisasi telah melanda berbagai aspek kehidupan manusia, dimana dunia semakin menyatu, tidak bisa lagi kejadian di suatu negara tertutup bagi dunia luar, teknologi informasi dan komunikasi telah merangsang perubahan hubungan antar bangsa yang tidak bisa lagi dibatasi dengan tembok tapal batas suatu negara. Globalisasi telah muncul sebagai fenomena baru yang telah dilahirkan oleh kemajuan jaman. Dalam bidang perekonomian hal ini membawa dampak yang cukup besar bagi industriindustri di Indonesia baik itu industri perdagangan, manufaktur maupun jasa. Gobalisasi ekonomi menyebabkan persaingan bisnis dalam berbagai industri berlangsung secara dinamis sejalan dengan perubahan lingkungan.

Tingkat persaingan yang semakin ketat, perubahan selera konsumen, kemajuan teknologi, serta perubahan sosial ekonomi yang memunculkan berbagai tantangan dan peluang dalam bisnis (Suhartono, 2003). Kondisi tersebut menuntut suatu organisasi atau perusahaan untuk senantiasa melakukan berbagai inovasi guna mengantisipasi adanya persaingan yang semakin ketat. Kondisi tersebut menyiratkan perlunya optimalisasi kinerja perusahaan, dengan karyawan sebagai garda depannya. Dengan kata lain, untuk meningkatkan daya saing, komitmen dan etos kerja karyawan merupakan faktor kunci keberhasilan perusahaan.

Perilaku organisasional sebagai ilmu dasar aplikasi kebijakan manajemen SDM telah memfasilitasi berbagai kajian empiris mengenai berbagai faktor perilaku organisasional terhadap kinerja. Robins (2001) menyatakan bahwa keluaran yang diharapkan dari studi perilaku organisasional adalah produktivitas, tingkat kemangkiran yang rendah serta kepuasan kerja. Dua konsep yang hendak diteliti sebagai prediktor kinerja pada penelitian ini adalah komitmen organisasional dan etika kerja. Komitmen terhadap organisasi merupakan subyek yang saat ini mendapatkan peningkatan perhatian dari peneliti perilaku organisasional. Berbagai riset tentang komitmen telah membuktikan bahwa komitmen terhadap pekerjaan berpengaruh signifikan terhadap work outcomes, seperti keinginan untuk pindah, kinerja, kepuasan kerja, perilaku kewargaan organisasional dan tingkat kemangkiran (Cohen, 1999) Karyawan yang mempunyai komitmen akan loyal pada organisasi dan mereka produktif, memihak pada tujuan dan nilai organisasional. Konsekuensinya perilaku mereka akan mengarah pada perolehan (outcome) organisasi, seperti kinerja jabatan, kehadiran, kuantitas kerja, kualitas kerja dan pengorbanan personal atas nama organisasi (Somer & Birnbaum, 1998).

Dari beberapa penelitian yang menghubungkan variabel komitmen organisasi dengan kinerja menunjukkan hubungan yang bervariasi atau tidak konsisten. Misalnya, hubungan antara komitmen dan kinerja bisa positif (Suliman & IIes,2000; Yousef,2000), negatif (Meyer & Allen, 1991), atau bahkan tidak ada hubungan (Chen, Tsui & Farh, 2002). Temuan ini menjadi sebuah hal yang menarik untuk diteliti . Faktor lain yang menjadi prediktor kinerja adalah etika kerja. Saat ini etika kerja menjadi suatu hal yang wajib dipraktekkan dalam dunia usaha dan telah menjadi isu yang sentral dalam dunia bisnis maupun dalam dunia akademis (Lozano, 1996). Bahkan pelajaran tentang etika bisnis telah menjadi pelajaran wajib dalam sekolah – sekolah bisnis (Pizzolatto dan Sandra, 1996).

Meskipun di dunia barat perhatian terhadap etika kerja/bisnis semakin besar akan tetapi etika kerja juga menjadi sebuah hal yang kontroversial dan diperdebatkan (Duska, Lozano, Carlin dan Strong, Hoffam dan Moore, dalam Mas’ud 2008).Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor antara lain: 1) Adanya beragam pendapat berkaitan dengan landasan filosofis tentang etika. 2) Tidak adanya standar untuk menentukan apa yang dimaksud dengan tindakan etis. 3) Pelanggaran etika dalam dunia bisnis tetap saja banyak terjadi Salah satu penelitian tentang etika kerja dilakukan oleh Max Weber.Max Weber memperkenalkan etika kerja protestan yang dikaitkan dengan produktivitas dan pembangunan negara-negara di benua Eropa yang berbasis agama Kristen Protestan (Ali, 1988). Max Weber menyatakan bahwa masyarakat Protestan mempunyai suatu etos kerja khusus yang berbeda dengan masyarakat non Protestan (Arslan, 2001), yang dinamakan etos kerja protestan (Protestan Work Ethic – PWE). Konsep PWE seperti dikemukakan oleh Weber membahas hubungan sebab akibat antara etika Protestan dan pengembangan kapitalisme di masyarakat barat. Lebih jauh, oleh Mc Clelland ( dalam Yousef, 2000), konsep PWE disatukan ke dalam kebutuhan untuk konsep pencapaian yang dipandang sebagai dimensi dasar dari kepribadian.

Ali (1998) menyatakan bahwa beberapa penelitian mengenai pengaruh etos kerja terhadap produktivitas dan kinerja dengan menggunakan instrumen PWE merupakan bias fundamental, karena sistem nilai dan budaya yang berlaku pada masyarakat Arab (Islam) berbeda dengan masyarakat Eropa dan Amerika. Sebagai solusinya, Ali (1988) telah mengembangkan konsep yang disebut dengan etika kerja Islami (Islamic work ethic-IWE), yang didasarkan pada sisitem dan keyakinan yang dianut oleh mayoritas bangsa Arab yang didasarkan pada Al-Qur’an dan As Sunnah.

Motivasi dan alasan peneliti dalam penelitian ini adalah : Pertama, masih bervariasinya hasil penelitian mengenai komitmen organisasi dengan kinerja .Kedua, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian terkait etos kerja dengan menggunakan konsep IWE dalam konteks masyarakat muslim Indonesia yang merupakan pemeluk agama Islam terbesar di dunia. Ketiga, peneliti ingin melanjutkan penelitian yang lebih mendalam dan lebih luas dengan mempertimbangkan saran-saran dari penelitian Yousef (2001) yang menyatakan dalam kesimpulan penelitiannya, tentang ketertarikannya untuk menguji efek dari variabel etika kerja islami dihubungkan dengan berbagai variabel –variabel organisasi lainnya seperti stress kerja, dan kinerja yang belum banyak diteliti.

Pada penelitian ini peneliti memilih CV Arafah Group untuk dijadikan obyek penelitian. CV Arafah Group merupakan salah satu pelopor bisnis syariah di Surakarta. Berawal dari sebuah usaha distributor buku dan penyuplai kebutuhan buku di beberapa pondok pesantren pada awal tahun 2000, kini Arafah Group menjadi sebuah badan usaha yang berbentuk CV yang telah mempunyai delapan lini bisnis. Perkembangan yang cukup pesat dari CV Arafah Group ini tentunya tidak terlepas dari perhatian CV Arafah Group terhadap sumber daya manusianya atau etika kerja dari karyawannya. Tentunya dengan etika kerja karyawan yang dilandasi dengan Al Quran dan Al Hadis. Oleh karena itu perlu dilakukan kajian mengenai pengaruh komitmen organisasi terhadap kinerja karyawan dengan etika kerja islami sebagai variabel moderator, sehingga perusahaan dapat mengevaluasi sejauh mana komitmen dan etika kerja karyawan dalam rangka meningkatkan kinerja perusahaan untuk menghadapi persaingan bisnis yang semakin ketat di era globalisasi saat ini.

Dengan semua latar belakang yang telah dikemukakan di atas maka penelitian ini dilakukan pada karyawan CV Arafah Group, Sukoharjo dengan judul “Pengaruh Komitmen Organisasi Pada Kinerja Karyawan Dengan Etika Kerja Islami Sebagai Variabel Moderator”

Tags: , , , , , ,
1 Comment
  1. cantumkan sumber referensinya akan lebih bermanfaat buat peminat dan pemerhati tentang kinerja Islami.

Leave a Reply

Current day month ye@r *

Alamat :

Jl Veteran Gang Satria UH II / 1060 Muja-Muju Kecamatan Umbulharjo Yogyakarta (Belakang Pegadaian Syariah Jln Veteran)

HP AS : 0852.2588.7747 

HP IM3 : 0857.0.1111.632