HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp), 0857.0.1111.632(IM3), email:IDTesis@gmail.com BBM:2B7D0DB6

Penelitian Tindakan Kelas Bahasa Indonesia

Penelitian tindakan dikembangkan pertama kali pada tahun 1946 oleh Kurt Lewin seorang psikolog sosial. Menurut Kemmis dan McTaggart (1982) :

“action research is the way groups of people can organize the conditions under which they can learn from their own experiences and make their experience accesible to other”.

Atau dengan perkataan lain penelitian tindakan merupakan cara suatu kelompok atau seseorang dalam mengorganisasi suatu kondisi sehingga mereka dapat mempelajari pengalaman mereka dan membuat pengalaman mereka dapat diakses oleh orang lain.
Penelitian tindakan merupakan salah satu model penelitian yang muncul di tempat kerja, oleh karena itu, terdapat beberapa keuntungan dengan adanya penelitian tindakan ini, yaitu a) peneliti tidak harus meninggalkan tempat kerjanya untuk melakukan penelitian, b) peneliti dapat merasakan hasil dari penelitian tersebut, dan c) responden juga dapat merasakan hasil dari penelitian yang telah dilakukan. Ketiga poin tersebut merupakan hal yang membedakan penelitian tindakan dengan penelitian konvensional lainnya.

Misalnya, pada penelitian konvensional peneliti dapat meninggalkan tempat kerjanya untuk mengadakan penelitian, dan juga untuk responden pada penelitian ini hanya digunakan sebagai pemberi informasi dan tidak merasakan dampak dari penelitian yang dilakukan.
Penelitian tindakan dalam dunia pendidikan, disebut sebagai penelitian tindakan kelas (PTK). Peneliti pada PTK adalah guru, yang mana merupakan sosok yang paling akrab dan paling mengerti kondisi di kelasnya. PTK merupakan suatu bentuk kajian yang bersifat reflektif, yang dilakukan oleh pelaku tindakan untuk meningkatkan kemantapan rasional dari tindakan-tindakannya dalam melaksankan tugas dan memperdalam pemahaman terhadap kondisi dalam praktik pembelajaran (Hopkins, 1993). Sedangkan menurut Kemmis dan Mc Taggart (1988), PTK adalah studi yang dilakukan untuk memperbaiki diri sendiri, pengalaman kerja sendiri, yang dilaksanakan secara sistematis, terencana, dan dengan sikap mawas diri.

Dalam penelitian PTK terdapat 4 langkah penting yang dapat berbentuk siklus. Siklus tersebut berawal dari perencanaan – pelaksanaan – pengamatan – refleksi. Keempat langkah tersebut dapat dikatakan sebagai 1 siklus. Bilamana hasil yang diperoleh dari siklus 1 ini kurang memuaskan, maka dapat melakukan siklus ke-2 dengan langkah-langkah yang sama dari perencanaan sampai refleksi. Begitu seterusnya, siklus tersebut dapat berhenti bila peneliti telah merasa puas dengan hasil yang diperoleh.

Tujuan diadakannya PTK tidak lain adalah untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas pembelajaran serta membantu memberdayakan guru dalam memecahkan masalah pembelajaran di sekolah. Dengan demikian, akan membuat guru lebih peka terhadap permasalahan yang timbul di dalam kelasnya. Sifat kritis guru ini sangatlah penting karena untuk mendeteksi awal permasalahan yang muncul di kelasnya sehingga dapat memikirkan cara penyelesaiannya secara lebih dini sebelum permasalahan tersebut membesar atau menyebar.

PTK memiliki sifat fleksibel dalam memecahkan berbagai permasalahan, maka PTK dapat digunakan untuk memecahkan permasalahan berbagai mata pelajaran. Berikut ini merupakan beberapa contoh Penelitian Tindakan Kelas Bahasa Indonesia, yaitu:

  1. UPAYA MENGATASI KESULITAN BELAJAR MEMBACA MELALUI PENGINTEGRASIAN PERMAINAN DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA
  2. EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR SERI GUNA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN BAHASA INDONESIA SISWA KELAS IV SDN PUJOKUSUMAN III YOGYAKARTA
  3. UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR BAHASA INDONESIA DENGAN PENDEKATAN TERPADU SISWA KELAS II-B SDN WONOLELO I
  4. UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN BAHASA INDONESIA SISWA KELAS IV SDN PUCANG
  5. UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI KEMAMPUAN BERBICARA SISWA MELALUI METODE DISKUSI DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS V SDN BONGKOT
  6. UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGUNGKAPKAN PENDAPAT DALAM PELAJARAN BAHASA INDONESIA DENGAN METODE DISKUSI PADA SISWA KELAS IV SDN JATIMULYO KEBUMEN
  7. HUBUNGAN ANTARA PENGUASAAN BAHASA INDONESIA DAN KETRAMPILAN HITUNG DENGAN KEMAMPUAN MENYELESAIKAN SOAL CERITA MATEMATIKA SISWA KELAS IV SD KANISIUS SE-KELURAHAN PURWOMANI KECAMATAN KALASAN

 

No tags for this post.
Leave a Reply

Current day month ye@r *

Alamat :

Jl Veteran Gang Satria UH II / 1060 Muja-Muju Kecamatan Umbulharjo Yogyakarta (Belakang Pegadaian Syariah Jln Veteran)

HP AS : 0852.2588.7747 

HP IM3 : 0857.0.1111.632