HP CS Kami 0852.25.88.77.47(AS), 0857.0.1111.632(IM3), email:IDTesis@gmail.com

Penelitian Eksperimen Sebagai Contoh Penelitian Kuantitatif Pendidikan

Contoh penelitian kuantitatif pendidikan adalah penelitian ilmiah yang sistematis terhadap bagian-bagian dan fenomena pendidikan serta hubungan-hubungannya. Hingga saat ini, jenis contoh penelitian kuantitatif pendidikan ada berbagai macam, seperti survei, eksperimen, korelasi, dan regresi. Beberapa orang berpendapat bahwa penelitian pendidikan kuantitatif jauh lebih mudah dari kualitatif. Namun, contoh penelitian kuantitatif pendidikan yang paling tepat untuk merealisasi kegiatan guru dalam membandingkan dua metode pembelajaran terhadap hasil belajar siswa adalah melalui penelitian eksperimen.

Dengan banyaknya guru yang ingin melakukan penelitian eksperimen, maka timbul beberapa pertanyaan, yaitu: Apa sebenarnya penelitian eksperimen itu? Apa tujuannya? Dan bagaimana cara melakukan yang benar?
Penelitian eksperimen (Experimental Research) merupakan metode yang paling kuat untuk mengungkapkan hubungan sebab akibat. Eksperimen melibatkan pengukuran terhadap sistem pendidikan dan kemudian melakukan pengukuran lagi dengan cara yang sama terhadap sistem pendidikan yang telah diperlakukan untuk mengetahui apakah perlakukan mengubah nilai pengukuran atau tidak.

Dalam penelitian eksperimen, variabel-variabel yang ada sudah ditentukan sejak awal penelitian. Pengertian lain dari penelitian eksperimen adalah observasi objektif terhadap suatu masalah pendidikan yang dibuat agar terjadi dalam suatu kondisi yang terkontrol ketat, dimana satu atau lebih faktor divariasikan dan faktor lain yang dibuat konstan.
Secara umum penelitian eksperimen bertujuan untuk meneliti pengaruh dari suatu tindakan tertentu terhadap gejala suatu kelompok tertentu dibanding dengan kelompok lain yang menggunakan perlakuan yang berbeda. Sedangkan secara khusus penelitian eksperimen pendidikan bertujuan untuk menilai pengaruh suatu tindakan pendidikan terhadap tingkah laku atau hasil belajar siswa atau menguji hipotesis pendidikan tentang ada tidaknya pengaruh tindakan itu bila dibandingkan dengan tindakan lain.

Secara ringkas langkah untuk melakukan penelitian eksperimen pendidikan dapat dijelaskan sebagai berikut: pertama, peneliti menciptakan situasi atau keadaan yang dikenakan kepada subjek penelitian (dalam bidang pendidikan subyek penelitian adalah siswa). Kedua, peneliti melihat hubungan antara beberapa faktor pendidikan yang sengaja dimunculkan dengan menyisihkan faktor-faktor yang lain. Ketiga, peneliti melihat dan mengalisis akibat dari suatu tindakan pendidikan yang telah diterapkan.

Sebagai contoh, pada langkah awal dijumpai ada masalah terhadap hasil belajar siswa yang selama ini diajarkan melalui metode pemahaman konsep. Kemudian seorang guru menganalisis hal tersebut dengan berbagai cara, misalnya mengikuti diklat dan mendapatkan metode baru yaitu “metode diskusi”. Tujuannya untuk mengetahui metode mana yang paling tepat diterapkan dalam meningkatkan hasil belajar siswa (untuk mengetahui pengaruh penerapan metode pembelajaran). Guru juga dapat mengetahui sikap siswa terhadap metode pembelajaran tersebut. Langkah berikutnya, mencari dasar teori yang berkaitan dengan variabel penelitian (metode pembelajaran diskusi dan pemahaman konsep, serta hasil belajar). Diusahakan adanya kerangka pemikiran yang mengarah pada simpulan bahwa metode diskusi lebih baik dalam menanamkan pemahaman siswa dibandingkan dengan metode pemahaman konsep. Selanjutnya, perlu dibuat hipotesisnya: “Metode diskusi lebih baik dibandingkan metode pemahaman konsep dalam meningkatkan hasil belajar siswa”. Hipotesis ini diperlukan untuk pedoman peneliti dalam merancang hasil penelitian lebih lanjut.

Langkah awal bagian metode penelitian adalah melakukan pengukuran kepada beberapa siswa yang mempunyai kesamaan kemampuan IQ dalam suatu pelajaran. Dari beberapa siswa itu dipilih secara random untuk menentukan mana kelompok siswa kontrol dan mana yang akan ditugaskan sebagai kelompok siswa eksperimen. Kemudian memilih guru yang akan ditugasi untuk mengajar pada masing-masing kelompok tersebut. Bilamana telah mendapatkan guru yang memiliki kualitas sama, dipilih secara random untuk ditugaskan ke kelompok eksperimen atau kontrol. Mempersiapkan materi ajar dan rincian tindakan yang akan dilakukan pada metode yang telah ditetapkan untuk kedua kelompok tersebut. Sesudah memahami langkah-langkah tersebut, kita perlu melihat kembali hal-hal pokok yang perlu diperhatikan sebelum eksperimen dilakukan. Kalau semua komponen tersebut sudah dipersiapkan dengan baik dan lengkap barulah mencoba menyusun rancangan penelitian kuantitatif pendidikan.

Untuk mendapatkan informasi lebih lengkap tentang produk kami silahkan klik link berikut :

Jasa Pembuatan TesisJasa Pembuatan SkripsiJasa Olah Data

 

Atau menghubungi nomor kontak berikut 0852.2588.7747 (AS) atau 0857.0.1111.632 (IM3) email IDTesis@gmail.com

Incoming search terms:

Agar artikel ini bisa bermanfaat bagi orang banyak dalam komunitas anda… bantu saya untuk menginfomasikannya pada teman-teman anda di Facebook , Twitter, atau Email.

Jika Bermanfaat Berbagilah...

Leave a Reply

Current day month ye@r *

Email
Print