HP CS Kami 0852.25.88.77.47(AS), 0857.0.1111.632(IM3), email:IDTesis@gmail.com

Pengertian Konsep, Konstruk, dan Variabel Penelitian

KONSEP

Konsep merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan objek secara abstrak.

Menurut Soedjadi (2000) konsep adalah ide abstrak yang dapat digunakan untuk mengadakan klasifikasi atau penggolongan yang pada umumnya dinyatakan dengan suatu istilah atau rangkaian kata.

Singarimbun (2006) mengemukakan bahwa konsep adalah istilah dan definisi yang digunakan untuk menggambarkan secara abstrak suatu kejadian, keadaan, kelompok atau individu yang menjadi pusat perhatian ilmu sosial.

Woodruff mendefinisikan konsep sebagai a) suatu gagasan/ ide yang relatif sempurna dan bermakna, b) suatu pengertian terhadap objek; c) produk subjektif yang berasal dari cara seseorang membuat pengertian terhadap objek atau benda melalui pengalamannya (setelah melakukan persepsi terhadap objek/benda).

Menurut Davis & Cosenza (1993) konsep adalah sejumlah pengertian atau karakteristik, yang dikaitkan dengan peristiwa objek, kondisi, situasi, dan perilaku tertentu, dengan kata lain konsep adalah pendapat abstrak yang digeneralisasi dari fakta tertentu.

Sedangkan menurut Rakhmat (1999) konsep merupakan abstraksi yang dibentuk dengan menggeneralisasikan hal-hal khusus.

Nazir (1988: 148) mengemukakan bahwa dalam ilmu natura, konsep-konsep dapat dengan jelas diukur. Berat, misalnya adalah suatu konsep, yang menyatakan berbagai pengamatan dari sesuatu objek yang cirinya ringan atau tidak ringan. Konsep-konsep lain dari ilmu natura, seperti gaya, enerji, masa, luas, panjang, tinggi, dan sebagainya, mudah sekali dipikirkan. Dalam ilmu sosial, di lain pihak, terdapat juga konsep-konsep seperti fertilitas dan fekunditas untuk menggambarkan kapasitas reproduksi; migrasi dan mobilitas untuk menggambarkan perpindahan; perilaku menyimpang untuk menggambarkan fenomena bunuh diri, pemabuk, lesbian dan sebagainya.

 

KONSTRUK

Konstruk merupakan jenis konsep tertentu yang berada dalam tingkatan abstraksi yang lebih tinggi dari konsep dan diciptakan untuk tujuan teoritis tertentu. Konsep dihasilkan oleh ilmuwan secara sadar untuk kepentingan ilmiah. Konstruk dapat diartikan sebagai konsep yang telah dibatasi pengetiannya (unsur, ciri, dan sifatnya) sehingga dapat diamati dan diukur.

VARIABEL

Menurut Sugiyono (2009) variabel penelitian pada dasarnya adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya.

Menurut Kidder (1981) variabel adalah suatu kualitas (qualities) dimana peneliti mempelajari dan menarik kesimpulan darinya.

Hatch & Farhady (1981) variabel merupakan atribut seseorang atau objek yang mempunyai variasi antara satu orang dengan yang lain atau satu objek dengan objek yang lain.

Karlinger (1973) variabel merupakan konstruk atau sifat yang akan dipelajari.

Sedangkan menurut Kumar (1999) variabel merupakan konsep yang dapat diukur dan memiliki variasi hasil pengukuran sehingga dapat dikatakan bahwa variabel merupakan operasionalisasi dari konsep sehingga dapat dinilai dan diukur.

Variabel dapat didefinisikan sebagai konstruk yang memiliki variasi nilai atau konstruk yang sifatnya telah diberi nilai.

Contoh :

Suhu (temperatur) adalah suatu variabel yang dapat diobservasi, diukur, dan memiliki nilai yang bervariasi dari tinggi ke rendah.

Contoh lain dari variabel adalah berat badan, jenis kelamin, status perkawinan, permintaan terhadap uang, konsumsi makanan dan sebagainya.

JENIS-JENIS VARIABEL

Nazir (1988: 149-151) mengemukakan bahwa terdapat beberapa jenis variabel, yakni:

a.       Variabel kontinu

Variabel kontinu merupakan variabel yang memiliki nilai sembarang, baik berupa nilai bulat maupun pecahan, diantara dua nilai tertentu atau variabel yang mengambil seluruh nilai dalam suatu interval. Nazir (1988: 149) mendefinisikan variabel kontinu adalah variabel yang dapat kita tentukan nilainya dalam jarak jangkau tertentu dan desimal yang tidak terbatas.

Contoh:

Berat badan, tinggi, luas, pendapatan, dsb.

Berat badan dapat ditulis 45 kg; 15 kg; atau 52,125 kg. Demikian juga dengan contoh variabel kontinu lainnya.

 b.      Variabel descrete

Variabel descrete merupakan konsep yang nilainya tidak dapat dinyatakan dalam bentuk pecahan atau desimanl di belakang koma. Variabel descrete ini sering juga disebut sebagai variabel kategori. Bila dalam satu variabel tersebut mempunyai 2 kategori saja maka variabel tersebut dinamakan variabel dikhotom. Sedangkan bila dalam satu variabel memiliki lebih dari dua kategori maka disebut sebagai variabel politom.

Contoh:

DikhotomJenis kelaminLaki-laki, perempuan
Status perkawinanKawin, tidak kawin
Politom

 Tingkat pendidikanSD, SMP, SMA, PTJumlah Anak1, 2, 3, 4

 c.       Variabel dependen dan Independen

Dalam hal terdapat hubungan antara dua variabel, misalnya antara variabel Y dan variabel X, jika variabel Y disebabkan oleh variabel X, maka dapat dikatakan:

Y = variabel dependen

X = variabel independen

Contoh:

Jika dipikirkan ada hubungan antara konsumsi dan pendapatan, di mana dengan bertambahnya pendapatan, konsumsi juga akan bertambah, maka:

Konsumsi            = variabel dependen (terikat dengan pendapatan)

Pendapatan       = variabel independen (variabel bebas)

d.      Variabel moderator dan random

Jika dilihat suatu hubungan antarvariabel, biasanya terdapat sebuah variabel dependen dan beberapa variabel independen (bebas), dan semua variabel bebas telah diperkirakan dalam membuat hubungan tersebut.

Jika :

Y = variabel dependen

X = variabel independen, yang misal tergantung dari beberapa variabel bebas yakni X1, X2, X3, dan X4.

Y = f (X1, X2, X3, dan X4)

Jika ada variabel lain, yang dianggap berpengaruh terhadap variabel dependen tersebut, tetapi dianggap tidak mempunyai pengaruh utama, maka variabel ini dinamakan variabel moderator.

Contoh:

Variabel yang mempengaruhi demand terhadap ikan (Y) adalah harga ikan (X1), pendapatan (X2), dan harga daging (X3). Ketiga variabel tersebut adalah variabel utama. Jika umur (X4) juga berpengaruh, tetapi bukanlah sebagai penyebab utama, maka umur (X4) ini lah yang disebut dengan variabel moderator.

Disamping variabel tertentu yang nyata mempengaruhi variabel dependen, masih terdapat variabel lain yang tidak dimasukkan dalam persamaan hubungan di atas. Variabel ini dinamakan variabel random, dan pengaruhnya dapat dilihat berdasarkan error yang timbul dalam mengadakan estimasi.

e.      Variabel aktif

Variabel aktif merupakan variabel yang dimanipulasikan oleh peneliti. Jika peneliti memanipulasikan metode mengajar, cara menghukum mahasiswa, maka metode mangajar, cara menghukum, adalah variabel aktif, karena variabel ini dapat dimanipulasikan.

f.        Variabel atribut

Variabel atribut merupakan variabel yang tidak dapat atau sukar untuk dimanipulasi. Variabel atribut umumnya merupakan karakteristik manusia seperti intelegensia, jenis kelamin, status sosial, pendidikan, sikap, dan sebagainya. Variabel yang merupakan inanimate objects juga merupakan contoh variabel atribut seperti populasi, rumah tangga, daerah geografis, dan sebagainya.

Untuk mendapatkan informasi lebih lengkap tentang produk kami silahkan klik link berikut :

Jasa Pembuatan TesisJasa Pembuatan SkripsiJasa Olah Data

 

Atau menghubungi nomor kontak berikut 0852.2588.7747 (AS) atau 0857.0.1111.632 (IM3) email IDTesis@gmail.com


Incoming search terms:

Agar artikel ini bisa bermanfaat bagi orang banyak dalam komunitas anda… bantu saya untuk menginfomasikannya pada teman-teman anda di Facebook , Twitter, atau Email.

Jika Bermanfaat Berbagilah...

Leave a Reply

Current day month ye@r *

Email
Print