HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp), 0857.0.1111.632(IM3), email:IDTesis@gmail.com BBM:2B7D0DB6

Konsep Art Deco Dengan Makrame Untuk Perancangan Wall Hanging Ruang Tamu

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Permasalahan

Pada awalnya tekstil terbentuk karena adanya kebutuhan manusia untuk bertahan dari keadaan alam atau cuaca. Seiring dengan perkembangan jaman, kebutuhan tekstil di masyarakat cukup meningkat. Peradaban yang semakin maju sangat berpengaruh pada perkembangan ide atau gagasan dalam menciptakan beraneka bahan pakaian atau busana sebagai penutup tubuh. Kata tekstil berasal dari bahasa latin yang berarti “textere” yang artinya menenun. Secara umum tekstil diartikan sebagai semua produk yang terbuat dari serat baik dengan cara ditenun maupun tidak (Herlison Enie, 1980: 1).

Pada mulanya tekstil adalah kain tenun. Namun sekarang tekstil digunakan untuk menyebut apa saja yang dibuat dari serat atau benang pintal (serat yang telah dipintal). Tali, tali kor, renda, dan jaring, semuanya adalah tekstil. Kain yang dibuat dengan tenun, rajut, atau sirat adalah juga tekstil. Serat yang digunakan dalam membuat tekstil bisa berasal dari bahan alam maupun buatan manusia. Kapas dan wol adalah contoh serat alami. Poliester, nilon, dan kevlar adalah seratserat buatan manusia yang terbuat dari bahan bakar fosil seperti minyak bumi (Whyman Khatryn, 2006: 4).

Dewasa ini kebutuhan akan tekstil cukup meningkat dan terus berkembang. Bidang pertekstilan tidak hanya menyangkut bidang fashion yang meliputi kain dan pakaian, tetapi juga kerajinan tekstil (craft) baik dari bahan dasar kain maupun serat alam yang dibentuk dan diproses untuk elemen pendukung interior maupun untuk mempercantik barang-barang praktis atau fungsional.

Dalam perkembangan kerajinan banyak sekali menghasilkan produkproduk tekstil. Di antara maraknya barang-barang kerajinan tersebut banyak sekali yang dihasilkan dari bahan serat-serat alam seperti dari enceng gondok, serat rami, serat nanas, agel dan lain-lain, yang dapat dikerjakan dengan teknik rajut, makrame, tenun, sulam dan lain-lain untuk menghasilkan produk tekstil. Salah satu teknik yang menarik adalah makrame karena keragaman tekstur dari hasil anyaman simpul ini sangat indah dan memikat hati, selain itu, dalam pengerjaan makrame tidak memerlukan alat.

Makrame sangat cocok untuk diterapkan pada perancangan mode masa kini. Hal ini dikarenakan mode saat ini lebih menonjolkan ragam hias yang bersifat dekoratif dan makrame sangat memungkinkan untuk mencapai ragam hias ini. Barang-barang yang bersifat dekoratif kini menjadi mode baru. Barang dekoratif kemungkinan disenangi setiap orang dan dapat memberi kemungkinan untuk mode perorangan. Makrame sebenarnya tergolong pada teknik kerajinan klasik, tetapi pada tahun terakir ini orang tidak lagi tahu cara memanfaatkannya. Selain untuk membuat kantung jala untuk berbelanja yang menjemukan, orang tidak tahu lagi harus membuat apa dengan makrame itu (Saraswati, 1996 : 2). Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi menyebabkan timbulnya gaya hidup yang beraneka ragam dalam masyarakat. Keadaan tersebut mendorong untuk merancang sesuatu pruduk tekstil yang lebih baik dan menarik, hal itu juga berpengaruh terhadap perkembangan kerajinan makrame.

Makrame merupakan teknik simpul-menyimpul yang dikerjakan dengan cara melingkari dan mengikat dua buah tali atau lebih. Tali yang melingkari dan yang mengikat disebut tali garapan dan tali yang lain disebut tali taruhan. Teknik simpul makrame dapat menghasilkan berbagai macam produk tekstil, misalnya busana, pelengkap busana, pelengkap interior dan lain-lain. Salah satu produk interior yang menarik adalah wall hanging atau yang biasa disebut sebagai hiasan dinding. Suatu produk tekstil yang berfungsi sebagai hiasan dinding pada suatu ruangan dapat mempunyai nilai lebih apabila dapat mendukung suasana ruangan tersebut menjadi lebih nyaman, sehingga pemilik rumah atau tamu dapat tertarik dan dapat menikmati dengan keberadaan produk tersebut.

Ide desain dalam perancangan hiasan dinding sangat bervariasi, mulai dari bentuk yang dua demensi atau tiga demensi, bahan dari alam maupun sintetis yang berupa lukisan maupun foto, juga konsepnya tradisional maupun modern. Salah satu konsep yang menarik dan sedang berkembang pada saat ini adalah Art Deco. Art Deco adalah gaya hias yang lahir setelah Perang Dunia I dan berakhir sebelum Perang Dunia II yang banyak diterapkan dalam berbagai bidang, misalnya eksterior, interior, patung, poster, pakaian, perhiasan dan lain-lain. Salah satu ciri dari gaya ini adalah menggunakan warna-warna yang kuat serta bentuk-bentuk abstrak dan geometris. Dalam perjalanannya Art Deco dipengaruhi oleh berbagai macam aliran modern, antara lain kubisme, futurisme dan konstruktivisme. Ungkapan Art Deco diperkenalkan pertama kali pada tahun 1966 dalam katalog yang diterbitkan oleh Musee des Arts Decoratifs di Paris yang pada saat itu sedang mengadakan pameran dengan tema “Les Annees 25” yang bertujuan untuk meninjau kembali pameran internasional “Exposition des Arts Decoratifs et Industriels Modernes” yang diselenggarakan pada tahun 1925 di Paris. Sejak saat itu Art Deco menjadi dikenal dan semakin populer dengan munculnya beberapa artikel dalam media cetak.

Dengan mencermati uraian-uraian di atas maka penulis akan mencoba merancang suatu karya tekstil desain struktur sekaligus desain permukaan yaitu hiasan dinding (wall hanging), sebagai alternatif dalam pemenuhan kebutuhan interior pada ruang tamu rumah tinggal yang akan divisualisasikan dengan menggunakan teknik makrame. Dalam pembuatan hiasan dinding diusahakan untuk memanfaatkan bahan semaksimal mungkin, yang dirancang sebagai produk yang memiliki nilai lebih dari sebelumnya. Hiasan dinding akan dibuat dari bahan serat alam dengan tujuan agar lebih dapat diciptakan suasana natural di dalam ruangan, sehingga dapat menjadi lebih nyaman. Bahan serat alam yang digunakan adalah serat rami karena memiliki sifat halus tetapi kuat dan tahan terhadap perubahan cuaca. Dalam konsep perancangan hiasan dinding penulis mengambil sumber ide dari konsep Art Deco yang akan dijadikan acuan dalam visualisasi desain motifnya. Konsep Art Deco yang diambil lebih mengarah pada gaya yang dipengaruhi oleh aliran kubisme.

Untuk memesan judul-judul SKRIPSI / TESIS atau mencari judul-judul yang lain silahkan hubungi Customer Service kami, dengan nomor kontak 0852.2588.7747 (AS) atau 0857.0.1111.632 (IM3)
Tags: , , , , ,
Leave a Reply

Current day month ye@r *

Alamat :

Jl Veteran Gang Satria UH II / 1060 Muja-Muju Kecamatan Umbulharjo Yogyakarta (Belakang Pegadaian Syariah Jln Veteran)

HP AS : 0852.2588.7747 

HP IM3 : 0857.0.1111.632