HP CS Kami 0852.25.88.77.47(AS), 0857.0.1111.632(IM3), email:IDTesis@gmail.com

Efek Hepatoprotektor Ekstrak Daun Teh Hijau (Camellia sinensis) pada Tikus Putih (Rattus novergicus) yang Diinduksi Isoniazid

ABSTRAK

Tujuan Penelitian : Tuberkulosis merupakan penyakit infeksi nomor satu di Indonesia yang pengobatannya menggunakan Isonazid yang mempunyai efek  samping gangguan hati. Teh hijau yang mempunyai efek hepatoprotektif diharapkan mampu mecegah kerusakan sel hati. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui adanya pengaruh pemberian teh hijau terhadap penurunan tingkat kerusakan sel hepar tikus yang diinduksi isoniazid.

Metodologi Penelitian : Penelitian ini bersifat eksperimental laboratorik. Desain penelitian menggunakan Post Only Control group Design. Sampel 30 tikus putih jantan dibagi secara random menjadi 5 kelompok masing-masing 6 ekor. Kelompok-kelompok tersebut antar lain kelompok kontrol negatif [K (-); pelet standar], kelompok kontrol Isoniazid [ K(+); 37,8 mg/200gBB Isoniazid], kelompok teh hijau dosis rendah [ P 1; 20 mg/200gBB ekstrak teh hijau], kelompok teh hijau dosis sedang [ P 2; 40 mg/200gBB ekstrak teh hijau] dan kelompok teh hijau dosis tinggi [ P 3; 60 mg/200gBB ekstrak teh hijau].

Hasil setiap kelompok dihitung dengan uji Oneway ANOVA dan dilanjutkan dengan uju Post Hoc. Hasil penelitian : Hasil uji Oneway ANOVA menunjukkan perbedaan yang bermakna antar kelima kelompok perlakuan. Hasil uji Post Hoc menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna antara kelompok K (-) – K (+),K (-) – P 1, K (-) – P 2, K (+) – P 1, K (+) – P 2, K (+) – P 3, P 1 – P 3, P 2 – P 3. Kelompok kontrol negatif menunjukkan perbedaan tingkat kerusakan inti sel hepar yang signifikan terhadap kontrol isoniazid. Tingkat kerusakan inti sel hepar Kelompok kontrol isoniazid terhadap kelompok teh hijau dosis rendah , kelompok teh hijau dosis sedang dan kelompok teh hijau dosis tinggi memberikan hasil perbedaan yang signifikan. Rata-rata tingkat kerusakan inti semakin menurun seiring dengan bertambahnya dosis teh hijau.

Dapat terlihat bahwa tingkat kerusakan pada kelompok dengan teh hijau dosis tinggi hampir setara dengan kelompok kontrol negatif. Kesimpulan Penelitian : Pemberian ekstrak teh hijau (Camellia sinensis) mempunyai efek hepatoprotektif yang ditunjukkan dengan penurunan tingkat kerusakan inti sel hepar yang bermakna pada tikus yang diinduksi isoniazid. Kelompok perlakuan dengan dosis 60 mg/200gBB ekstrak teh hijau memiliki efek hepatoprotektif yang paling kuat.

Kata Kunci : Hepatoprotektor, Ekstrak Daun Teh Hijau, Isoniazid

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Tuberkulosis merupakan infeksi yang disebabkan oleh mycobacterium tuberculosis (dan kadang-kadang oleh M. bovis dan M. africanum). Bakteri – bakteri ini disebut juga sebagai basil tahan asam. Dalam perkembangannya, tuberkulosis telah menjadi masalah kesehatan masyarakat yang penting di dunia ini. Laporan World Health Organization (WHO) tahun 2004 telah menyatakan bahwa terdapat 8,8 juta kasus baru tuberkulosis pada tahun 2002. Menurut WHO, jumlah terbesar kasus tuberkulosis(TB) terjadi di Asia Tenggara. Indonesia masih menempati urutan ke 3 di dunia untuk jumlah kasus TB setelah India dan China. Setiap tahun terdapat 250.000 kasus baru TB dan sekitar 140.000 kematian akibat TB. Di Indonesia tuberkulosis adalah pembunuh nomor satu di antara penyakit menular dan merupakan penyebab kematian nomor tiga setelah penyakit jantung dan pernyakit pernapasan akut pada seluruh kalangan usia (PDPI, 2006). Untuk pengobatan TB paru biasanya dipakai obat-obat seperti Isoniazid atau INH, Rifampisin, Pirazinamid, Streptomisin, Ethambutol, dan lain-lain. Salah satu efek samping yang dapat ditimbulkan akibat pemberian Obat Anti Tuberkulosis(OAT) ini adalah gangguan fungsi hati, dari yang ringan sampai yang berat berupa nekrosis dan jaringan hati (Arsyad, 1996).

Menurut Jawetz (1994), Isoniazid (asam isonikotinil hidrazid) atau INH merupakan obat yang hampir selalu digunakan dengan kombinasi obat anti tuberkulosis yang lain. Efek samping INH adalah neuropati perifer dan hepatotoksik. Hal ini diketahui dari kenaikan kadar serum transaminase 3-4 kali normal yang dideteksi dari 10-20% pasien yang asimptomatis. Terdapat bukti histologikal berupa kerusakan sel hepar dan nekrosis (Arsyad, 1996). Dalam biotransformasi obat, gugus hidrazid dari isoniazid dikenal untuk membentuk suatu konjugat N-asetil dalam suatu reaksi asetilasi. Konjugat ini merupakan substrat untuk reaksi hidrolisa menjadi asam isonikotinat dan asetilhidrazin yang selanjutnya akan memacu asetilasi makromolekul dan berefek hepatotoksis (Correira,1994). Teh adalah minuman yang paling banyak dikonsumsi manusia sesudah air putih. Selain sebagai minuman menyegarkan, teh telah lama diyakini memiliki khasiat bagi kesehatan tubuh. Teh dihasilkan dari pucuk daun tanaman teh (Camellia sinensis) melalui proses pengolahan tertentu (Hartoyo, 2003). Teh hijau mengandung substansi yang mempunyai efek antioksidan, anti mutagenik dan anti karsinogenik karena kandungan polifenolnya yang dikenal sebagai katekin, yaitu epicathecin(EC), epicathecin 3 galiate (ECG), epigallocathecin(EGC) dan epigallo cathecin gallate (EGCG)( Harler, 1970). Aktivitas antioksidannya menjelaskan katekin sebagai komponen aktif yang digunakan untuk mengobati gangguan fungsi sel hati (Robinson, 1995). Berdasarkan uraian di atas, peneliti bermaksud untuk menyelidiki apakah terdapat efek hepatoprotektor dari teh hijau pada gambaran mikroskopis sel hepar tikus putih yang diinduksi dengan Isoniazid.


Agar artikel ini bisa bermanfaat bagi orang banyak dalam komunitas anda… bantu saya untuk menginfomasikannya pada teman-teman anda di Facebook , Twitter, atau Email.

Jika Bermanfaat Berbagilah...

Leave a Reply

Current day month ye@r *

Email
Print