HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp), 0857.0.1111.632(IM3), email:IDTesis@gmail.com BBM:2B7D0DB6

Contoh Skripsi Pendidikan Fisika

Contoh Skripsi Pendidikan Fisika

Contoh skripsi pendidikan fisika di katalog kami memiliki judul yang beragam dan mengangkat tema yang cukup menarik untuk dikaji. Contoh skripsi yang kami miliki merupakan hasil karya mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi terkemuka di Indonesia. Ini dapat anda jadikan sebagai referensi skripsi anda. Anda dapat dengan mudah mendapatkan contoh skripsi pendidikan fisika melaui situs kami atau bisa menghubungi kantor kami untuk proses pemesanan.

Di bawah ini  kami sajikan salah satu contoh skripsi pendidikan fisika di katalog kami dengan judul upaya peningkatan prestasi belajar fisika siswa dengan menggunakan teknik resitasi-mandiri pokok bahasan kinematika gerak lurus kelas I semester I SMUN 1 Banguntapan tahun ajaran 2002/2003. Namun jika anda menghendaki judul yang lain, jangan khawatir. Kami akan mencarikan judul lainnya setelah mendapat konfirmasi dari anda.

 

UPAYA PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR FISIKA SISWA DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK RESITASI-MANDIRI POKOK BAHASAN KINEMATIKA GERAK LURUS KELAS I SEMESTER I SMU N 1 BANGUNTAPAN TAHUN AJARAN 2002/2003

A.    Latar Belakang Masalah

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini mempunyai pengaruh besar terhadap pendidikan fisika di sekolah. Pengaruh tersebut terutama pada ruang lingkup materi pelajaran dan sistem penyampaian pelajaran. Perbandingan antara ruang lingkup materi fisika yang semakin luas dengan sedikitnya jumlah waktu yang tersedia, mendorong guru mengajar dengan cepat agar semua materi dapat disampaikan, tanpa memperhatikan apakah peserta didiknya sudah benar-benar jelas atau belum. Kenyataan itulah yang merupakan salah satu faktor penyebab rendahnya prestasi belajar fisika.

Sebagai salah satu bagian dari IPA, fisika memegang peranan penting dalam era pengembangan teknologi informasi saat ini. Oleh karena begitu pentingnya peranan fisika dalam menunjang perkembangan teknologi saat ini, maka upaya sosialisasi fisika kepada siswa tentunya merupakan tantangan tersendiri bagi guru fisika. Tantangan tersebut lebih terfokus pada cara mensosialisasikan pelajaran fisika itu sendiri kepada siswa, sehingga guru dapat menyelenggarakan proses belajar mengajar di kelas secara optimal.

Secara umum mata pelajaran fisika kurang diminati oleh siswa. Seperti yang dikemukakan Wayan Memes (2000 :1) keinginan untuk mengikuti pelajaran terutama bidang studi fisika dan kimia cenderung menurun. Dengan demikian tidaklah mengherankan kalau nilai rata-rata bidang studi fisika atau dalam Nilai Ebtanas Murni (NEM) selalu lebih rendah daripada mata pelajaran lain. Dalam hubungan ini di samping fisika menjadi momok atua mata pelajaran yang menakutkan di mata siswa, faktor lain yang menjadi penyebabnya adalah metode pendekatan yang digunakan dalam pembelajaran fisika kurang tepat. Untuk memperbaiki keadaan itu perlu diupayakan agar guru menggunakan model pemberlajaran dengan suatu pendekatan yang menjadikan semua siswa aktif dan ikut terlibat secara langsung dalam proses belajar-mengajar.

Sampai saat ini harus diakui bahwa model pendekatan dalam pembelajaan yang didominasi dilakukan adalah pembelajaran yang berpusat pada guru (teacher centered instruction). Model pembelajaran ini cenderung mendorong siswa bersifat pasif sehingga pencapaian pemahaman materi yang disampaikan kurang maksimal. Hal ini tentunya berakibat pada prestasi belajar siswa.

Fisika menurut Bob Foster (2000 :2) adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari gejala-gajala alam dan benda-benda mati. Oleh karena itu fisika bukanlah pelajaran yang sifatnya menghafal rumus-rumus, tetapi lebih ditekankan pada pengetahuan, pengertian dan pemahaman akan konsep-konsepnya. Mengingat begitu pentingnya pelajaran fisika, maka strategi belajar fisika perlu dikembangkan pada situasi belajar mengajar yang memberikan kesempatan luas bagi siswa untuk terlibat dalam proses pengajaran yang aktif. Dengan demikian, pelajaran fisika lebih bersifat merangsang dan membina aktivitas siswa memberikan jalan dan menciptakan suasana yang mendukung dalam tercapainya tujuan-tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Salah satu hal yang bisa dilakukan adalah dengan menuntut siswa tersebut untuk aktif dalam proses kegiatan belajar mengajar.

SMU N Banguntapan merupakan salah satu sekolah negeri yang berada di kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul. Sekolah tersebut terletak pada km 15 dari pusat kota Yogyakarta. Berdasarkan observasi di sekolah dapat diungkapkan bahwa hampir semua siswa berasal dari lingkungan pedesaan di sekitar lokasi sekolah tersebut. Kegiatan belajar mengajar secara umum berlangsung dalam situasi klasikal dengan kegiatan yang bersifat informatif, sehingga peran guru lebih dominan. Hasil pengamatan peneliti di sekolah tersebut, kegiatan pembelajaran menggunakan teknik resitasi mandiri relatif kurang ditekankan oleh guru sehingga siswa lebih bersifat pasif. Hal itu disebabkan oleh beberapa faktor antara lain :

  1. Tuntutan target kurikulum yang harus dipenuhi serta kegiatan praktek banya membutuhkan waktu sedangkan alokasi waktu hanya cukup untk penyampaian materi. Hasil wawancara dengan guru bidang studi fisika menyatakan bahwa alokasi waktu yang tersedia dalam silabus tidak cukup bila dilakukan dengan praktek. Apalagi jika harus ditambah dengan latihan soal-soal untuk lebih memperjelas pemahaman siswa, maka tuntutan kurikulum akan sulit dipenuhi. Karena itulah, guru cenderung mengajar cepat tanpa memperhatikan apakah peserta didiknya sudah benar-benar jelas atau belum.
  2. Pembelajaran fisika dengan praktek memerlukan waktu yang sangat lama, mulai dari persiapan sampai pelaksanaan. Dengan alasan itulah maka guru jarang melakukan praktek.

Dalam hal ini yang dimaksud dengan teknik resitasi mandiri adalah teknik pembelajaran dengan memberikan tugas kepada siswa mandiri setelah proses belajar mengajar berlangsung. Proses pembelajaran yang dilaksanakan dengan memberikan tugas kepada siswa pada dasarnya merangsang siswa atau anak didik tersebut untu aktif. Hal ini disebabkan karena siswa akan merasa tertantang untuk dapat memecahkan atau menyelesaikan permasalahan yang diberikan kepadanya dan akhirnya siswa akan berusaha membaca buku-buku sumber yang lebih banyak lagi.

Salah satu wujud dari keterlibatan siswa dalam proses belajar mengajar dapat berupa kerja mandiri atau secara mandiri setelah proses belajar mengajar berlangsung. Proses pembelajaran yang dilaksanakna dengan memberikan tugas kepada siswa pada dasarnya merangsang siswa atau anak didik tersebut untuk aktif. Hal ini disebabkan kaena siswa akan merasa tertantangn untuk dapat memecahakn atau menyelesaikan permasalahan yagn diberikan kepadanya dan akhirnya siswa akan berusaha membaca buku-buku sumber yang lebih banyak lagi.

Salah satu wujud dari keterlibatan siswa dalam proses belajar mengajar dapat berupa kerja mandiri atau secara individu. Model belajar tugas mandiri dimaksudkan untuk memberikan peran yang lebih besar kepada siswa dalam proses belajar mengajar. Guru hanya berfungsi sebagai pembimbing dan memberi arah motivasi untuk belajar. Dengan kata lain, keberhasilan dalam proses belajar mengajar ini ditentukan sendiri oleh siswa tersebut dalam belajar. Belajar mandiri mendidik siswa menjadi bebas, tidak tergantung dan percaya pada diri sendiri. Siswa akan terbiasa untuk berinisiatif sendiri dan memiliki kesempatan untuk menimbang-nimbang dan membuat keputusan, menentukan pilihan dan melakukan penialaian. Dia menjadi lebih percaya pada diri sendiri dan kurang bersandar pada penilaian pihak lain.

Namun demikian sejauh mana keberhasilan individu (mandiri) tersebut, itulah yang perlu dikaji karena di samping memiliki kelebihan, model ini juga mempunyai kelemahan seperti menuntut adanya sarana belajar, terutama bahan-bahan tertulis yaitu buku pelajaran, lembar kerja bagi siswa yang semua itu harus dipelajari secara perorangan. Bahan yang dijelaskan oleh guru tidak selamanya memberikan kemudakan dalam menyelesiakan tugas.

Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa tugas yang diberikan guru tidak semua dikerjakan dengan baik oleh siswa. Hal ii disebabkan karena siswa belum memahami materi dari tugas yang diberikan, sehingga siswa merasa kesulitan dalam mengerjakannya. Selain itu juga siswa tidak mengerjakan tugasnya secara sungguh-sungguh karena mereka beranggapan tidak ada umpan balik dari guru yang bersangkutan terhadap tugas yang diberikan. Maksudnya guru tidak pernah memperhatikan apakah semua siswa sudah mengerjakan tugasnya dengan baik atau belum. Guru hanya meminta salah satu dari siswa yang secara suka rela mau menuliskan hasil kerjaannya dan kemudian membahasnya. Oleh karena itu dalam penelitian ini akan dicari bagaimana upaya yang bisa dilakukan guru untuk meninkatkan prestasi belajar fisika siswa, jika dalam proses belajar mengajar diterapkan tekniki resitasi-mandiri. Adapun jenis tugas yang diberikan berupa eksperimen dan latihan soal-soal.

  1. B.     Identifikasi Masalah

Berdasarkan pada latar belakang masalah diatas dapat diidentifikasikan beberapa permasalahanna sebagai berikut :

  1. Masih rendahnya prestasi belajar fisika siswa.
  2. Ruang lingup materi fisika yang cenderung luas.
  3. Tidak seimbangnya perbandingan antara jumlah materi fisika dengan waktu untuk kegiatan proses belajar mengajar.
  4. Mata pelajaran fisika masih dianggap pelajaran menakutkan oleh para siswa SMU.
  5. Minimnya upaya untuk merubah citra fisika yang dianggap momok oleh para siswa menjadi salah satu mata pelajaran yang menarik untuk dipelajari.
  6. Guru masih menggunakan metode ceramah yang tidak menarik siswa untuk aktif dalam pembelajaran fisika.
  7. Belum diterapkannya metode pembelajaran fisika yang tepat digunakan untuk menyampaikan materi fisika.
  8. Kurangnya penerapan teknik resitasi mandiri (pemberian tugas) pada siswa.
  9. Perlu umpan balik dari guru terhadap pemberian tugas yang diberikan pada siswanya.
  10. Pemberian tugas pada siswa dilakukan diluar jam pelajaran

C.    Batasan Masalah

Dalam penyusunan skripsi, pembatasan masalah yang akan dibahas adalah sebagai berikut :

Guna lebih terarahnya penelitian ini, maka perlu adanya pembatasan masalah. Penelitian ini hanya akan mambatasi masalah tentang upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan prestasi belajar fisika siswa kelas 1 semester 1 SMU Negeri 1 Banguntapan dengan menggunakan metode tugas resitasi secara mandiri pada pokok bahasan tentang kinematika gerak lurus khususnya sub pokok bahasan Gerak Lurus Beraturan (GLB) dan Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB). Bentuk tugas yang diberikan berupa : latihan soal-soal dan melakukan percobaan (eksperimen).

D. Perumusan Masalah

Untuk mempermudah mendapatkan gambaran secara jelas dari berbagai masalah yang terdapat dalam penelitian terhadap siswa kelas 1 semester 1 SMU N Banguntapan Bantul tahun ajaran 2002/2003 Sub Pokok Bahasan GLB dan GLBB ini maka masalah-masalah tersebut dirumuskan sebagai berikut :

  1. Apakah dengan teknik resitasi-percobaan prestasi belajar fisika siswa kelas 1 semester 1 SMU N Banguntapan pada Sub Pokok Bahasan GLB dan GLBB dapat meningkat?
  2. Apakah dengan teknik resitasi berupa latihan soal-soal yang diberikan oleh guru, prestasi belajar fisika siswa kelas I semester 1 SMU N Banguntapan pada Sub Pokok Bahasan GLB dan GLBB dapat meningkat?
  3. Apakah dengan teknik resitasi-percobaan dan juga latihan soal-soal prestasi belajar fisika siswa kelas 1 semester 1 SMU N Banguntapan pada Sub Pokok Bahasan GLB dan GlBB dapat meningkat?

E.       Tujuan Penelitian

Sesuai dengan permasalahan diatas, maka tujuan penelitian ini adalah :

  1. Mengetahui ada tidaknya peningkatan prestasi belajar fisika siswa kelas 1 SMU N Banguntapan pada Sub Pokok Bahasan GLB dan GLBB, jika dalam pembelajaran fisika digunakan teknik resitasi-percobaan (eksperimen).
  2. Mengetahui ada tidaknya peningkatan prestasi belajar fisika siswa kelas 1 SMU N Banguntapan pada Sub Pokok Bahasan GLB dan GLBB, jika dalam pembelajaran fisika digunakan teknik restitasi berupa latihan soal-soal.
  3. Mengetahui ada tidaknya peningkatan prestasi belajar fisika siswa kelas 1 SMU N Banguntapan pada Sub Pokok Bahasan GLB dan GLBB, jika dalam pembelajaran fisika digunakan teknik resitasi percobaan (eksperimen) ditambah dengan latihan soal-soal.

F.       Manfaat Penelitian

Sebagaimana rumusan masalah diatas, maka manfaat dari penelitian ini adalah upaya untuk :

  1. Bagi siswa, dengan teknik resitasi mandiri dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam mempelajari fisika, sehingga dapat menimbulkan rasa tertarik untuk mempelajari fisika.
  2. Bagi guru dan sekolah, hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam menerapkan teknik ressitasi mandiri pada pembelajaran fisika khususnya, dan pembelajaran lain pada umumnya.
  3. Bagi peneliti, memberi bekal dan pengalaman proses pembelajaran dengan teknik resitasi mandiri dalam kaitannya dengan profesi peneliti sebagai calon guru.

Terima kasih, Anda sudah membaca Artikel dalam kategori Contoh skripsi pendidikan fisika

Tags:
Leave a Reply

Current ye@r *

Alamat :

Jl Veteran Gang Satria UH II / 1060 Muja-Muju Kecamatan Umbulharjo Yogyakarta (Belakang Pegadaian Syariah Jln Veteran)

HP AS : 0852.2588.7747 

HP IM3 : 0857.0.1111.632

Stat