HP CS Kami 0852.25.88.77.47(AS), 0857.0.1111.632(IM3), email:IDTesis@gmail.com

Hukum Investasi dan Pasar Modal, Ana Rokhmatussa’dyah, SH.,MH. & Suratman, SH., M.Hum

Buku Metode Penelitian Hukum 5 150x150 Hukum Investasi dan Pasar Modal, Ana Rokhmatussa’dyah, SH.,MH. & Suratman, SH., M.HumJudul                : Hukum Investasi dan Pasar Modal

Pengarang    : Ana Rokhmatussa’dyah, SH.,MH. & Suratman, SH., M.Hum

Menurut buku ini, investasi atau penanaman modal mempunyai dua pengertian yaitu investasi langsung (direct investment) dan investasi tidak langsung (indirect investment). Dan penulisnya memisahkan investasi langsung (direct investment) dan investasi tidak langsung (indirect investment) menjadi dua bagian. Bagian pertama adalah mengenai investasi langsung, kemudian untuk investasi tidak langsung diuraikan dalam bagian kedua.

A.      Investasi Langsung (Direct Investment)

Dalam konteks ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun tentang Penanaman Modal, pengertian penanaman modal hanya mencakup penanaman modal secara langsung. Penanaman modal secara langsung ini dilakukan baik berupa mendirikan perusahaan patungan (joint venture company) dengan mitra lokal, dengan melakukan kerjasama operasi (joint operation) tanpa membentuk perusahaan baru, dengan mengkonversikan pinjaman menjadi penyertaan mayoritas dalam perusahaan lokal, dengan memberikan bantuan teknis dan manajerial (technical and management assistance), dengan memberikan lisensi dll.

a.       Faktor-faktor yang mempengaruhi iklim investasi dalam suatu negara adalah :

  • Sistem dan stabilitas politik, ekonomi dan keamanan negara yang bersangkutan.

Stabilitas politik suatu negara biasanya susah diprediksikan (unpredictable) yang mencakup keadaan-keadaan seperti perang, pendudukan oleh kekuatan asing, pemberontakan, kudeta dll.

  • Sikap rakyat dan pemerintahannya terhadap orang asing dan modal asing.

Sikap pemerintah disini erat kaitannya dengan sistem birokrasi dalam memberikan perijinan bagi modal asing. Birokrasi yang terlalu panjang dapat menciptakan situasi yang kondusif bagi kegiatan penanaman modal, sehingga dapat mengurungkan niat pemodal asing untuk melakukan investasi

  • Jumlah dan daya beli penduduk sebagai calon konsumen.

Jumlah penduduk yang besar akan mampu menyerap produk yang dihasilkan (misalnya di bidang industri) ke dalam pasar.

  • Adanya sumberdaya alam untuk produksi.

Negara-negara yang kaya akan sumber daya alam sebagai bahan baku atau komiditi dalam industri akan menjadi sasaran utama para pemilik modal untuk melakukan investasi

  • Adanya tenaga kerja yang terjangkau untuk produksi.

Adanya tenaga kerja yang terampil serta upah yang tidak terlalu tinggi akan menjadi faktor mempengaruhi minat investor untuk melakukan investasi.

  • Tanah untuk tempat usaha dan infrastruktur penunjang.

Tersedianya tanah untuk tempat usaha dan jaringan infrastruktur yang memadai akan sangat berperan dalam menunjang keberhasilan suatu kegiatan penanaman modal. Oleh karena itu jaringan infrastruktur pokok seperti perhubungan (darat, laut dan udara), serta sarana komunikasi merupakan faktor yang sangat penting diperhatikan oleh investor.

  • Struktur perpajakan, pabean dan cukai.

Kegiatan investasi adalah merupakan kegiatan yang profit oriented. Oleh karenanya pemberian insentif perpajakan dan tarif bea masuk akan membantu menyehatkan cash flow serta dapat mengurangi biaya produksi.

  • Hukum yang mendukung jaminan investasi.

Salah satu faktor yang sangat dipertimbangkan oleh investor sebelum melakukan investasi adalah adanya jaminan dari negara tuan rumah (host country) terhadap kepentingan investor dalam hal terjadi kerusuhan, huru-hara, penyitaan (confiscation), nasionalisasi (nationalization), repatriasi modal (capital repatriation) serta penarikan keuntungan (profit remmitance). Disamping itu masalah transparasi dan kepastin hukum akan menjadikan segala sesuatu menjadi mudah diperkirakan sehingga tidak membingungkan investor. Disamping itu masih masalah hukum, adanya mekanisme penyelesaian sengketa yang efektif jug merupakan salah satu faktor yang diperhitungkan.

b.      Bentuk Penanaman Modal

Bentuk penanaman modal asing di Indonesia dimungkinkan berupa :

  • Perusahaan Patungan Berbentuk Penanaman Modal Asing

Oleh peraturan perundang-undangan di bidang Penanaman Modal Asing, bentuk perusahaan patungan (joint venture company) harus berbentuk PT.

  • Berupa Cabang (Branch), Perwakilan (Representative) dan Agen (Agent).

 

Kantor Cabang dari Perusahaan Asing

Untuk mendirikan kantor cabang perusahaan asing di Indonesia dilakukan dengan cara menunjuk notaris untuk membuatnya dalam akta notaris atas cabang tersebut dan kemudian didaftarkan pada Pengadilan Negeri setempat serta diumumkan dalam Berita Negara. Akta notaris tersebut harus mencantumkan ringkasan dari anggaran dasar perusahaan asing tersebut.

Kantor Perwakilan Perusahaan Asing

Suatu kantor perwakilan perusahaan asing dapat didirikan untuk kepentingan-kepentingan promosi, seperti promosi dagang, riset pemasaran, serta demo produk. Sementara itu kegiatan-kegiatan seperti menerima order, mengajukan penawaran tender, menandatangani kontrak, melakukan kegiatan ekspor-impor dan distribusi barang tidak dapat dilakukan oleh kantor perwakilan perusahaan asing. Izin pendirian kantor perwakilan perusahaan asing tersebut diberikan oleh Departemen Perdagangan.

Agen

Perusahaan asing dapat menunjuk seorang warga negara Indonesia tau perusahaan yang dimiliki oleh warga negara Indonesia untuk menjadi agennya. Perbedaab pokok antara kantor perwakilan dan agen lokal adalah diperkenankannya agen lokal untuk melakukan transaksi dagang, sementara kantor perwakilan tidak.

c.       Lembaga Yang Terkait Dengan Penanaman Modal

Lembaga yang terkait dengan kegiatan investasi antara lain sebagai berikut :

  • Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM)

BKPM merupakan lembaga pemerintah nondepartemen yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. BKPM mempunyai fungsi-fungsi antara lain :

penetapan kebijaksanaan di bidang investasi dan pendapatan, iklim usaha sesuai dengan kebijakan umum yang ditetapkan.

Pengkoordinasian kegiatan investasi dan sistem pelayanannya secara lintas sektoral dan regional serta potensi sumber daya nasional.

Pemberian pelayanan perizinan dan fasilitas serta pelayanan teknis dan bisnis di bidang investasi.

Pelaksanaan kerja sama luar negeri di bidang investasi dan pendayagunaan bantuan teknik luar negeri dll.

  • Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD)

BKPMD dipimpin oleh seorang Ketua yang bertanggung jawab kepada Gubernur Kepala Propinsi. Setiap Ketua BKPMD bertugas membantu calon investor untuk memperoleh izin-izin setempat seperti Izin Lokasi, Izin Mendirikan Bangunan (IMB), Izin HO/UUG, IKTA serta Hak-Hak Atas Tanah seperti HGU dan/atau HGB.

  • Departemen Teknis Terkait

Disamping BKPM dan BKPMD, dapat disebut pula beberapa instansi terkait lainnya yang berkaitan dengan penanganan dan pelayanan investasi untuk sektor-sektor tertentu, seperti :

Departemen Energi dan Sumber Mineral (ESDM)

Departemen Kehutanan untuk sektor Kehutanan dan Perkebunan

Departemen Keuangan untuk sektor Keuangan dan Perbankan

Departemen Perhubungan untuk sektor Perhubungan, Pos dan Telekomunikasi

Departemen Perdagangan dan Departemen Perindustrian untuk sektor Perdagangan dan Industri

d.      Pembatasan Terhadap Kegiatan Investasi Atau Penanaman Modal

Dalam rangka pengendalian dan pengawasan terhadap kegiatan investasi asing, telah ditetapkan beberapa bentuk pembatasan, antara lain berbentuk sebagai berikut :

  • Menetapkan Bidang-Bidang Usaha yang Tertutup Untuk Penanaman Modal Asing

Pada intinya semua bidang usaha atau jenis usaha terbuka bagi kegiatan penanaman modal asing, kecuali bidang usaha atau jenis bidang usaha yang dinyatakan tertutup dan terbuka dengan persyaratan. Pemerintah menetapak bidang usaha yang tertutup untuk penanaman modal dengan kriteria moral, kebudayaan, lingkungan hidup, pertahanan dan keamanan serta kepentingan nasional lainnya.

  • Penetapan Persyaratan Investasi Minimal Bagi Perusahaan Penanam Modal Asing.

Secara umum investasi minimal untuk perusahaan asing sebesar US$ 1.000.000,-

  • Keharusan Membentuk Perusahaan Patungan di Bidang Penanaman Modal Asing.

 

Perusahaan patungan harus berbentuk Perseroan Terbatas yang didirikan menurut dan atas dasar ketentuan hukum Indonesia.

  1. Keharusan untuk Melakukan Divestasi.
  2. Pembatasan Mengenai Jangka Waktu Investasi.
  3. Pembatasan atas Hak-Hak Atas Tanah

e.      Insentif Dalam Bidang Penanaman Modal

Insentif yang diberikan bagi penanaman modal secara umum yang bersifat nonpajak antara lain :

  1. Jaminan terhadap tindakan nasionalisasi
  2. Jaminan investasi atas terjadinya peristiwa-peristiwa tertentu
  3. Telah diratifikasinya konvensi penyelesaian sengketa investasi oleh Indonesia.
  4. Adanya mekanisme penyelesaian sengketa melalui arbitrase pada BANI
  5. Tersedianya kawasan-kawasan industri
  6. Adanya kawasan berikat
  7. Adanya enterport Produksi Tujuan Ekspor (EPTE) beserta fasilitasnya
  8. Adanya fasilitas kredit ekspor dan asuransi ekspor.
  9. Adanya berbagai insentif di bidang ekspor
  10. Adanya draw back facilities
  11. Adanya perkecualian atas import duty untuk produk yang berorientasi ekspor.

B.      Investasi Tidak Langsung (Indirect Invesment)

Yang termasuk dalam penanaman modal tidak langsung ini mencakup kegiatan transaksi di pasar modal dan di pasar uang. Penanaman modal tersebut disebut penanaman modal jangka pendek karena pada umumnya mereka melakukan jual beli saham dan/atau mata uang dalam jangka waktu yang relatif singkat tergantung fluktuasi nilai saham dan/atau mata uang yang hendak mereka perjual-belikan. Karenanya pasar modal dipandang sebagai salah satu sarana yang efektif untuk mempercepat pembangunan suatu negara. Hal ini dimungkinkan karena pasar modal merupakan wahana untuk dapat menggalang pengerahan dana dari masyarakan untuk disalurkan ke sektor-sektor produktif. Apabila pengerahan dana masyarakat melalui lembaga-lembaga keuangan maupun pasar modal sudah dapat berjalan dengan baik, maka dana pembangunan yang bersumber dari pinjaman luar negeri akan berkurang.

Pasar Modal di negera maju merupakan salah satu lembaga yang diperhitungkan bagi perkembangan ekonomi negara tersebut. Oleh sebab itu negara/pemerintah mempunyai alasan untuk ikut mengatur jalannya dinamika pasar modal. Pasar modal di Indonesia memobilisasi dana masyarakat dengan menyediakan sarana atau tempat untuk mempertemukan penjual dan pembeli dana jangka panjang yang disebut efek. Pengertian efek bukan hanya terdiri dari saham dan obligasi semata, melainkan meliputi pula surat berharga, yaitu surat pengakuan utang, surat berharga komersial, saham, obligasi, tanda bukti utang, unit penyetoran kontrak investasi kolektif, kontrak berjangka atas efek dan setiap derivatif efek.

Dalam buku tersebut membedakan tiga arti pasar modal, yaitu :

Pertama, dalam arti luas, pasar modal adalah keseluruhan sistem keuangan yang terorganisir, termasuk bank-bank komersial dan semua perantara di bidang keuanga, surat berharga/klaim jangka panjang, pendek primer dan yang tidak langsung.

Kedua, dalam arti menengah, pasar modal adalah semua pasar yang terorganisir dan lembaga-lembaga yang memperdagangkan warkat-warkat kredit (biasanya berjangka lebih dari satu tahun) termasuk saham, obligasi, pinjaman berjangka, hipotik, tabungan dan deposito berjangka.

Ketiga, dalam arti sempit adalah tempat pasar uang terorganisir yang memperdagangkan saham dan obligasi dengan menggunakan jasa makelar dan underwriter.

Sedangkan Undang-Undang Pasar Modal memberikan batasan pasar modal yaitu merupakan kegiatan yang bersangkutan dengan penawaran umum dan perdagangan efek, perusahaan publik yang berkaitan dengan efek yang diterbitkannya, serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan efek.

Dari beberapa pengertian mengenai pasar modal tersebut, kemudian disimpulkan bahwa pasar modal merupakan kegiatan yang bersangkutan dengan diterbitkan dan diperdagangkannya efek dengan penawaran umum dan perdagangan jangka panjang, melalui pasar perdana dan pasar sekunder. Di pasar modal sebenarnya yang diperdagangkan adalah kepercayaan. Kepercayaan masyarakat pada nilai saham, benarnya laporan perusahaan, prospek keuntungan di masa mendatang, sampai pada proses jaminan bahwa hukum akan dipathui para pihak.

a.       Pelaku Pasar Modal

Para pelaku pasar modal meliputi :

  • Emiten

Emiten adalah pihak yang melakukan penawaran umu.

  • Penjaminan Emisi Efek

Penjamin Emisi Efek yaitu pihak yang membuat kontrak dengen emiten untuk melakukan penawaran umum, dengan atau tanpa kewajiban untuk membeli sisa efek yang tidak terjual. Apabila suatu perusahaan akan menjual efeknya kepada masyarakat umum, maka ini berarti perusahaan tersebut menjual sebagian kepemilikannya. Sebagai pemilik sebagian, pemegang saham atau pemodal baru akan menanggung sebagai resiko sebagai pemilik, dan juga nilai pemilikannya dapat berubah setiap waktu sesuai dengan naik turunnya harga saham yang beredar di pasar modal.

Saham dijual oleh perusahaan kepada pemodal pada pasar perdana. Setelah terjual, uang yang didapat masuk ke perusahaan. Setelah pemodal membeli saham biasanya pemodal tidak dapat menjual kembali saham tersebut kepada perusahaan, melainkan dapat menjualnya kepada pemodal lain yang ingin membeli saham tersebut. Penjualan ini disebut pasar sekunder, berapapun saham tersebut dijual pada pasar sekunder perusahaan tidak mendapat apapun dari penjualan saham itu. Segala keuntungan dan kerugian yang timbul sepenuhnya ditanggung para pemegang saham.

Penjual saham pertama kali disebut pasar perdana, untuk itu perusahaan memerlukan perusahaan penjaminan (underwriter). Dua fungsi underwriter adalah :

Underwriter harus selalu memperhatikan kondisi pasar modal setiap saat sewaktu proses persiapan penawaran umum perdana langsung

Harga saham final haruslah merupakan pencerminan dari hasil road show, yaitu suatu periode dimana perusahaan dan underwriter menggelar bisnisnya dengen memberikan keterangan/penjelasan kepada calon investor potensial.

Pada dasarnya perusahaan dapat saja menerbitkan efek tanpa menggunakan jasa penjamin emisi, namun demikian perusahaan tidak mungkin memasuki pasar modal tanpa bantuan underwriter ini, karena prosesnya begitu rumit dan sangat spesifik

  • Investor/Pemodal

Adalah orang/lembaga yang menanamkan dananya dalam efek

  • Lembaga Penunjang Pasar Modal

Lembaga Penunjang Pasar Modal terdiri dari :

  1. Bursa Efek yang menyelenggarakan dan menyediakan sistem dan/atau sarana untuk mempertemukan penawaran juan dan beli efek.
  2. Biro Administrasi Efek, yaitu pihak yang berdasarkan kontrak dengan emiten melaksanakan pencatatan pemilikan saham dan pembagian hak yang berkaitan dengan efek.
  • Profesi Penunjang Pasar Modal

Setiap informasi yang disampaikan dalam prospektus membutuhkan tanggung jawab secara profesional. Informasi yang mengandung fakta dan informasi material mengenai emiten sangat membutuhkan jasa profesional. Profesi penunjang pasar modal meliputi akuntan publik, konsultan hukum, penilai, notaris, dan profesi lainnya.

  • Bapepam

Bapepam berfungsi mengawasi kualitas keterbukaan emite dengan memperhatikan kelengkapan, kecukupan, obyektifitas, kemudahan untuk dimengerti dan kejelasan dokumen pernyataan pendaftaran.

b.       Jenis-Jenis Efek

Dari pengertian efek yang diuraikan diatas, maka jenis-jenis efek adalah :

  • Saham

Saham adalah bukti pemilikan terhadap suatu perusahaan. Bukti pemilikan tersebut terdapat dalam dua bentuk, yaitu saham atas nama dan saham atas tunjuk.

Dalam saham atas nama, nama pemegang saham ditulis pada surat saham sebagai bukti bagi pemegangnya, dan saham ini dapat dialihkan haknya.

Sedangkan saham atas tunjuk, nama pemiliknya tidak tertulis di dalam surat saham dan saham atas tunjuk atau atas pembawa ini hanya mengesahkan pemegangnya sebagai pemilik.

  • Obligasi

Obligasi adalah surat berharga yang merupakan sertifikat yang berisi tanda peminjaman dari lembaga atau individu yang membeli obligasi kepada perusahaan yang menjualnya. Pembeli obligasi ini disebut kreditur bukan pemilik perusahaan sebagaimana pembelian saham. Sifat dari obligasi adalah merupakan surat pengakuan utang sepihak.

  • Sekuritas Kredit

Sekuritas Kredit adalah surat bukti pengakuan utang perusahaan yang berjangka pendek.

  • Warrant

Warrant adalah hak yang diberikan kepada pemiliknya untuk membeli saham dengan harga yang telah ditentukan terlebih dahulu dari perusahaan tanpa memperhitungkan berapa harga saham yang sebenarnya di pasar modal.

Apabila harga saham di pasar modal lebih tinggi, maka pemegang warrant akan langsung mendapat keuntungan, pada saat warrant dikeluarkan harganya sedikit lebih tinggi dari harga pasar saham pada waktu itu.

  • Right (Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu)

Right adalah surat berharga yang berupa hak untuk membeli saham suatu perusahaan yang mengeluarkannya dengan perbandingan dan harga yang telah ditentukan pada waktu right di emisi.

Jangka waktu untuk pembelian saham tersebut

c.       Scripless Trading

Scripless trading di bidang pasar modal merupakan produk teknologi bisnis sistem baru dan modern. Pengertian scripless trading adalah perdagangan tanpa warkat, yaitu sistem perdagangan yang memiliki mekanisme penyelesaian dan penyimpanan saham secara elektronik atau dalam arti lain perdagangan tanpa warkat adalah sistem perdagangan secara elektronik yang merubah sertifikat saham ke dalam bentuk elektronik. Undang-Undang Pasar Modal mencoba mengakomodasi pelaksanaan scripless trading di pasar modal yang memberikan kemungkinan penyelesaian transaksi bursa dengan jalan penyelesaian pembukuan (book entry settlement) sebagai suatu alternatif penyelesaian transaksi.

Untuk mendapatkan informasi lebih lengkap tentang produk kami silahkan klik link berikut :

Jasa Pembuatan TesisJasa Pembuatan SkripsiJasa Pembuatan MakalahJasa Olah Data

 

 

Atau menghubungi nomor kontak berikut 0852.2588.7747 (AS) atau 0857.0.1111.632 (IM3) email IDTesis@gmail.com

Untuk memesan judul-judul SKRIPSI / TESIS atau mencari judul-judul yang lain silahkan hubungi Customer Service kami, dengan nomor kontak 0852.2588.7747 (AS) atau 0857.0.1111.632 (IM3)
Incoming search terms:

Agar artikel ini bisa bermanfaat bagi orang banyak dalam komunitas anda… bantu saya untuk menginfomasikannya pada teman-teman anda di Facebook , Twitter, atau Email.

Jika Bermanfaat Berbagilah...

2 Comments
  1. saya mau beli tesis tanggung jawab direksi yg sbg penanggung utang persero jika persero dinyatakan pailit

  2. tanggung jawab direksi yg bertindak sbg penaggung utng persero jika persero dinyatakan pailit

Leave a Reply

Current day month ye@r *

Email
Print