HP CS Kami 0852.25.88.77.47(WhatApp) email:IDTesis@gmail.com BBM:2B7D0DB6

Analisis Struktur Perekonomian Atas Dasar Tenaga Kerja Propinsi Jawa Timur Kurun 1999-2003

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Pembangunan nasional mempunyai dampak atas pembangunan daerah, sebab daerah merupakan bagian internal dari suatu negara. Indonesia merupakan negara kesatuan, dimana rencana pembangunan meliputi rencana nasional maupun rencana regional. Pembangunan (ekonomi) nasional mempunyai dampak atas struktur ekonomi nasional dan stuktur ekonomi daerah. Pembangunan yang berorientasi pada industri, yang menyebabkan prestasi sektor industri baik di tingkat nasional maupun di tingkat daerah menjadi lebih meningkat. Hal ini dapat dilihat pada variabel seperti pendapatan,kesempatan kerja,penyerapan tenaga kerja,dan nilai tambah sebagai proporsi sebelumnya dalam struktur perekonomian maupun struktur perekonomian daerah selama kurun waktu tertentu. Pembangunan daerah sebagai bagian integral dari pembangunan nasional dilaksanakan berdasarkan prinsip otonomi daerah dan pengaturan sumber daya nasional yang memberikan kesempatan bagi peningkatan demokrasi dan kinerja daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat menuju masyarakat madani yang bebas dari korupsi, kolusi, nepotisme (UU Otonomi Daerah, 1999).

Pembangunan nasional maupun pembangunan daerah berdampak pada peningkatan sektor-sektor perekonomian. Dan hal ini tidak lepas dari pembangunan sumber daya manusia dan penyerapan tenaga kerja. Penyerapantenaga kerja merupakan masalah penting dalam pembangunan nasional maupun daerah. Tenaga kerja dapat dijadikan tolak ukur keberhasilan pembangunan suatu daerah, maksudnya penyerapan tenaga kerja mendukung keberhasilan pembangunan nasional secara keseluruhan. Suatu daerah dapat dikatakan maju apabila ditunjang dari segi pengetahuan masyarakat yang tinggi, adanya sumber daya alam yang cukup memadai yang dikelola oleh sumber daya manusia yang mempunyai potensi besar guna tercapainya kemajuan pembangunan daerah. Salah satu indikasinya adalah minimnya pengangguran di daerah tersebut, apabila pengangguran dapat ditekan sedemikian rupa maka bisa dikatakan daerah tersebut telah bisa memanfaatkan sumber daya manusianya untuk masuk ke dalam sektor-sektor perekonomiannya guna meningkatkan pembangunan daerah.

Perekonomian nasional sangat dipengaruhi oleh banyaknya tenaga kerja yang terserap pada sektor-sektor perekonomian, jumlah tenaga kerja yang mengisi sektor-sektor perekonomian tersebut mengindikasikan potensi sektor-sektor perekonomian. Semakin banyak jumlah tenaga kerja yang terserap maka bisa dikatakan bahwa sektor tersebut mempunyai kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional maupun domestik. Sektor-sektor tersebut bukan hanya merupakan penyumbang dalam pembentukan produk nasional maupan domestik, tetapi juga memberikan lapangan kerja utama bagi penduduk. Sektor-sektor perekonomian yang mampu menyerap tenaga kerja dan dapat dijadikan indikasi pertumbuhan ekonomi nasional dan domestik yaitu :
a. Sektor Pertanian
b. Sektor Pertambangan dan Penggalian
c. Sektor Industri
d. Sektor Listrik, Gas dan Air
e. Sektor Konstruksi
f. Sektor Perdagangan
g. Sektor Angkutan dan Komunikasi
h. Sektor Keuangan
i. Sektor Jasa
j. Sektor Lainnya
Jumlah tenaga kerja yang terserap oleh sektor-sektor di atas mampu memberikan kontribusi pada struktur perekonomian nasional. Besar kecilnya tenaga kerja yang terserap menggambarkan pertumbuhan sektor-sektor ekonomi nasional. Hal ini dapat dilihat dalam tabel 1.1 berikut:
7 Analisis Struktur Perekonomian Atas Dasar Tenaga Kerja Propinsi Jawa Timur Kurun 1999 2003

Pada tabel 1.1 dapat memberi gambaran mengenai jumlah tenaga kerja di Indonesia pada tahun 2001-2003. Menurut data di atas sektor pertanian merupakan penyerap tenaga kerja terbesar. Pada tahun 2001-2003 sektor pertanian mampu menyerap tenaga kerja sekitar 43-49 juta jiwa dari jumlah tenaga kerja di Indonesia. Kemudian diikuti oleh sektor perdagangan yang mampu menyerap sekitar 17-18 juta tenaga kerja. Kemudian juga diikuti oleh sektor industri yang mampu menyerap sekitar 11-12 juta jiwa tenaga kerja. Penyerapan tenaga kerja masing-masing sektor mempengaruhi pertumbuhan ekonomi nasional, besar kecilnya kontribusi tenaga kerja setiap sektor ekonomi merupakan hasil perencanaan pembangunan nasional. Tenaga kerja merupakan salah satu variabel dalam struktur perekonomian nasional maupun perekonomian domestik selama suatu kurun waktu tertentu.

Pada struktur perekonomian domestik jumlah tenaga kerja yang terserap setiap sektor perekonomian menunjukkan tingkat pertumbuhan ekonomi daerah tersebut. Sektor-sektor mana yang mampu menyerap tenaga kerja terbesar menunjukkan bahwa sektor tersebut mampu menjadi sektor potensial untuk daerah itu. Penyerapan tenaga kerja setiap sektor di berbagai daera di Indonesia tentunya berbeda-beda ,ini disebabkan perencanaan pembangunan di setiap daerah juiga berbeda. Tidak semua daerah di Indonesia memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian nasional. Pada penelitian ini penulis akan menyajikan data tenaga kerja propinsi Jawa Timur untuk dijadikan gambaran mengenai keadaan penyerapan tenaga kerja di propinsi Jawa Timur dan nantinya dapat dianalisis untuk mengetahui pertumbuhan sektor-sektor perekonomian propinsi Jawa Timur.

new Analisis Struktur Perekonomian Atas Dasar Tenaga Kerja Propinsi Jawa Timur Kurun 1999 2003

Tabel 1.2 dapat memberi gambaran mengenai ketenagakerjaan Propinsi Jawa Timur, jumlah tenaga kerja per sektor di Propinsi Jawa Timur mampu memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan perekonomian daerah tersebut.

Sektor-sektor tersebut masing-masing memberikan kontribusi dengan proporsi berbeda terhadap penyerapan jumlah tenaga kerja di Propinsi Jawa Timur Menurut data di atas sektor pertanian merupakan penyerap tenaga kerja terbesar. Pada tahun 2001-2003 sektor pertanian mampu menyerap tenaga kerja sekitar 8-9 juta jiwa dari jumlah tenaga kerja di Propinsi Jawa Timur. Kemudian diikuti oleh sektor perdagangan yang mampu menyerap sekitar 3 juta tenaga kerja. Kemudian juga diikuti oleh sektor industri yang mampu menyerap sekitar 2-3 juta jiwa tenaga kerja. Untuk itu perlu kita ketahui sektor-sektor perekonomian yang menunjukan prestasi positif sesuai dengan sektor-sektor yang sama di tingkat nasional, dan mengintrospeksi kembali perencanaan dan strategi pembangunan yang utamanya berkaitan dengan penyerapan tenaga kerja setiap sektor perekonomian.

Yang menjadi permasalahan utama nantinya adalah seberapa jauh jumlah tenaga kerja di Propinsi Jawa Timur meningkat atau terserap apabila jumlah per sektor dan jumlah di tingkat propinsi meningkat dengan laju pertumbuhan ekonomi propinsi sama dengan laju pertumbuhan nasional. Masalah ini juga berkaitan erat dengan peningkatan pembangunan daerah dan strategi perencanaan yang matang, serta kemampuan pemerintah dalam melihat pergeseran-pergeseran struktur ekonomi dan penyerapan tenaga kerja dari tahun ke tahun. Dari latar belakang masalah yang telah diuraikan di atas, maka penulis mengambil judul “Analisis Struktur Perekonomian Atas Dasar Tenaga Kerja Propinsi Jawa Timur Kurun Waktu 1999-2003 (melalui pendekatan teknik perencanaan pembangunan : analisis Shift-Share).”

Untuk mendapatkan daftar lengkap contoh skripsi ekonomi lengkap / tesis ekonomi lengkap, dalam format PDF, Ms Word, dan Hardcopy, silahkan memilih salah satu link yang tersedia berikut :

Contoh Tesis

Contoh Skripsi

No tags for this post.
Leave a Reply

Current ye@r *

Alamat :

Jl Veteran Gang Satria UH II / 1060 Muja-Muju Kecamatan Umbulharjo Yogyakarta (Belakang Pegadaian Syariah Jln Veteran)

HP AS : 0852.2588.7747 

Stat